Dishub Pandeglang Perketat Pengawasan Mobilitas Kendaraan Umum di Setiap Terminal

by |30 views

FAJARBANTEN.COM – Dalam upaya pencegahan penyebaran virus Covid-19 di Kabupaten Pandeglang, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Pandeglang, Tatang Muhtasar mengaku, bila pihaknya saat ini terus berupaya untuk membatasi mobilisasi angkutan umum yang masuk wilayah Pandeglang, khususnya yang masuk ke Terminal Kadubanen.

Meskipun memang diakuinya, bahwa lalu lintas kendaraan akan sangat sulit untuk dibatasinya, terlebih bagi kendaraan yang menggunakan jalur lain, atau yang tidak masuk ke terminal Kadubanen.

Baca Juga  Terkait Pembongkaran Makam di Menes, Ketua RT : Saya Dizalimi

“Selama ini kita sudah berupaya untuk random, tapi kan tidak semua kendaraan tersebut masuk ke Terminal Kadubanen. Karena masih ada jalan lain, namun yang pasti untuk saat ini, yang kita tahu bahwa mobilisasi angkutan bus belum sepenuhnya normal,” ungkap Tatang Muhtasar. Rabu (13/1/2021)

Selain itu pun, Tatang mengaku bila selama ini pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan UPT Terminal Tarogong (Labuan), guna memastikan agar seluruh moda tranportasi angkutan umum yang menjadi kewenangan pusat, tidak keluar dari koridor yang sudah ditentukan saat membawa penumpang.

Baca Juga  Tol Serang-Panimbang Dikerjakan Tiga Kontraktor, Telan Anggaran Rp4,5 Triliun

“Selain kita mobilisasi dan melakukan pengawasan di kawasan Terminal Kadubanen, kita juga terus lakukan koordinasi dengan Terminal Tarogong. Karena terminal tersebut kan pengawasan dan ikewenangannya ada di Pusat,” tambahnya.

Masih menurut Kadishub Pandeglang, bahwa salah satu upaya untuk mencegah terjadinya penularan Covid-19, maka pihaknya selalu melakukan pengecekan pada tiap-tiap penumpang bus yang masuk ke Terminal Kadubanen. Salah satu hal yang dijadikan penekanan, yakni mewajibkan para penumpang untuk mengenakan masker.

Baca Juga  Kejari Pandeglang Akan Terus Awasi Penggunaan Dana Bantuan Bencana

“Kita terus tekankan dan wajibkan bagi para penumpang moda transportasi umum, khususnya bus untuk tetap menerapkan Prokes 5 M (Memakai Masker, Menjaga Jarak, Mencuci Tangan Membatasi Mobilitas dan Menjauhi Kerumunan). Dan ketika kita temui ada penumpang tidak menggunakan masker saja, kita pun dengan terpaksa akan menurunkannya, atau memaksanya untuk memakai masker,” tutupnya. (Daday)