Disperindagkop Gelar Sosialisasi PKL

by |7 views

fajarbanten.com-Dengan mengacu pada Peraturan Daerah Kota Tangerang Nomor 1 Tahun 2015 tentang penataan dan pemberdayaan Pedagang Kaki Lima (PKL), Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) Kota Tangerang menggelar sosialisasi di Aula Kecamatan Neglasari kamis (27/10).

 

Ir. Effy Noveriyan Thahar, Kasi Perdagangan Disperindagkop kota tangerang menjelaskan, kegiatan ini bertujuan untuk memberikan peluang usaha bagi PKL melalui penetapan lokasi sesuai dengan peruntukannya.

“Melalui program ini kami berharap dapat mewujudkan kota tangerang yang bersih, indah, tertib, dan nyaman,” tukas Effy kepada fajarbanten.com usai kegiatan .

Baca Juga  Pramuka Cibeber Gelar Baberan

 

Dijelakskan  Effy, kegiatan yang digelar  juga bertujuan untuk menumbuh kembangkan kemampuan usaha PKL menjadi usaha ekonomi mikro yang tangguh dan mandiri. Effy juga mengaku pihaknya akan menggelar sosialisasi di Kecamatan se-Kota Tangerang.

“Sejauh ini kami sudah mensosialisasikan PKL di tujuh kecamatan dengan narasumber yang berbeda-beda, inti sosialisasi ini agar para PKL memahami prosedurnya, salah satunya dengan memiliki tanda daftar usaha,” terangnya.

 

Ditempat yang sama, narasumber dari Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS) H. Marsudi Harsyo Putro menuturkan, upaya penataan PKL pihaknya memiliki peran penting untuk mensosialisasikan kepada PKL agar tidak melanggar ketentuan Perda nomor 1 tahun 2015.

Baca Juga  Peningkatan Kejahatan pada Anak di Banten Hingga 50 Persen

 

“Sudah tentu kami akan memberikan sanksi bagi para PKL yang masih melanggar, tetapi dengan bertahap, yaitu dengan diperingati terlebih dulu, apabila masih bandel, maka kami gusur,” tegas H. Marsudi selaku Kordinator Tatanan Sarana Prasarana Kesehatan di FKTS.

 

Lebih lanjut H. Marsudi berharap, agar PKL di Kota Tangerang dapat mengerti setelah kegiatan sosialisasi tersebut.

Baca Juga  Lapas Cilegon Mulai Lakukan Rehab Medis dan Sosial Kepada Napi

“Salah satunya kami berharap PKL tidak lagi berdagang di bahu jalan dan trotoar yang ditandai zona merah, PKL diperbolehkan berdagang apabila ditandai zona hijau, untuk zona kuning artinya lokasi bisa tutup buka berdasarkan waktu dan tempat,” tutup H. Marsudi kepada fajarbanten.com.

 

Sebagai catatan bahwa kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Disperindagkop Kota Tangerang bekerjasama dengan DPD Asosiasi Pedagang Kaki Lima (APKLI)kota tangerang, Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS) dan PD Pasar.

 

@mulyadi