Idul Adha, Truk Dilarang Melintas

by |8 views
Larangan Truk Operasi Idul Adha - Sejumlah truk terlihat di Tol di KM 90 Tangerang-Merak, tepatnya di Lingkungan kedung, Kelurahan Kedung Dalam, Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, Senin (5/9/2016). Truk ukuran besar, truk gandeng, tronton, kontainer, dan truk tempel dilarang beroperasi empat hari selama Idul Adha. Kendaraan besar itu tak diperkenankan beroperasi di jalan nasional (tol maupun non tol) mulai 9 - 12 September 2016. Doni Kurniawan/Banten Raya
FAJARBANTEN.com – Pemerintah melarang truk beroperasi selama libur Idul Adha dari 9-12 September. Larangan tersebut diatur dalam Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE.15/AJ.201/DRJD/2016 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang pada saat Libur Panjang Hari Raya Idul Adha tahun 2016/1437H.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Cilegon Dana Sujaksani mengatakan, sampai saat ini, pihaknya masih menunggu surat resmi terkait pelarangan tersebut. “Suratnya kemungkinan sebelum Idul Adha, munkin satu atau dua hari lagi suratnya datang,” jelasnya.

Baca Juga  "Adu Kebo" Ninja Versus Vario, Satu Korban Koma

Terpisah, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Merak memprediksi, jumlah penumpang di pelabuhan selama libur Idul Adha akan meningkat tajam. Untuk itu, ASDP akan menambah jumlah loket pembelian tiket penyeberangan, khususnya penumpang pejalan kaki.

Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Merak Mario Sardadi Oetomo mengatakan, selain menambah loket khusus pejalan kaki, PT ASDP juga akan mengoperasikan kapal-kapal berukuran besar agar tidak terjadi penumpukan di area maupun luar Pelabuhan Merak. “Kita optimalkan kapal besar dan seluruh dermaga kita pastikan berfungsi,” ujarnya.”Dari keseluruhan yang ada, 55 kapal roro sudah dipastikan siap beroperasi saat liburan Idul Adha, dan setiap harinya 28 kapal beroperasi,” tandasnya.

Baca Juga  Sertijab Kapolsek Malingping

Selain itu, sambung Mario, pihaknya juga akan mempersingkat port time (bongkar muat) kapal menjadi 45 menit. Biasanya bisa memakan waktu 1 jam atau 60 menit dan perjalanannya (sailing time) akan tetap yaitu 120 menit. “Upaya ini untuk mempersingkat waktu agar penumpang dapat tiba di pelabuhan Bakauheni-Merak (dan sebaliknya) dengan lebih cepat,” ujarnya. @DF

Baca Juga  Lakukan Perubahan Komponen Area Pengungkit ZI, TPI Inspektorat Jendral Kemenkumham Datangi Lapas Cilegon