Indonesia Import Beras Dari Vietnam

by |19 views

Fajarbanten.com – Beras impor asal Vietnam sudah mengalir ke Indonesia. Namun, beras impor itu dinilai tidak merugikan petani karena disimpan di gudang-gudang Perum Bulog dan tidak langsung digelontorkan ke pasar.

“(Masuknya beras impor) Belum ada dampaknya‎ ke petani karena adanya di gudang Bulog,” ujar Ketua Kontak Tani dan Nelayan Andalan (KTNA), Winarno Tohir, pada Kamis (12/11/2015).

Baca Juga  Dan SSK TMMD ke-108 Kodim 0605/Subang Pengecekan Rutilahu

Winarno menilai impor beras yang dilakukan pemerintah saat ini merupakan langkah antisipasi yang tepat. Alasannya, ‎curah hujan di bulan November masih belum normal, panen sejak Oktober pun sudah minim.

“Kalau curah hujan normal untuk musim tanam itu hujan 3 hari terus menerus, itu baru tandanya musim rendeng (musim tanam di musim hujan). Kalau sekarang itu kan hujan, berhenti, hujan, berhenti lagi,” paparnya.

Baca Juga  Kerja Satgas TMMD Harus Sesuai Target dan Maksimal

Curah hujan yang minim akibat el nino ini, terutama di Oktober lalu, ‎membuat luas tanam padi hanya 1 juta hektar (ha). Hanya lahan yang memiliki jaringan irigasi bagus yang bisa memulai musim tanam sejak Oktober. “Kalau normal, Oktober itu mulai musim rendeng (luas tanam padi) bisa 2,5 juta hektar,” ucapnya.

Karena itu, pasokan beras untuk akhir November dan Desember perlu diantisipasi dengan pengadaan beras melalui impor. “Oktober-November sudah sedikit banget panen, jadi November-Desember harus diantisipasi,” katanya.

Baca Juga  Dewan Kehormatan PWI Kecam Larangan Siaran Langsung Sidang Kasus Megakorupsi E-KTP

Winarno menambahkan, harga gabah dan beras di tingkat petani masih tinggi. Harga gabah kering giling (GKG) saat ini Rp 6.200/kg, Sedangkan harga beras kualitas medium Rp 8.500/kg.