Kemenag Prioritaskan Sertifikat Wakaf

by |12 views

fajarbanten.com- Aparat Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tangerang, Banten, terus mempercepat pengurusan sertifikat tanah wakaf yang tersebar pada 29 Kecamatan.

“Untuk menghindari gugatan dari ahli waris padahal tanah itu sudah diwakafkan,” kata Asep Maman Kepala Kasubag TU Kemenag Kabupaten Tangerang di ruang kerjanya kepada fajarbanten.com,Rabu (19/10).

Asep menambahkan, selama ini warga mewakafkan tanahnya kepada pihak pengelola masjid atau mushala secara lisan sehingga tidak ada kekuatan hukum.

Baca Juga  Ikatan Keluarga Minang Cilegon Bantah Pernyataan Hengki Irawan Soal Dukungan Warga Minang ke Helldy-Sanuji

Asep melanjutkan, pihaknya melakukan pendataan terhadap tanah wakaf yang tersebar pada 29 kecamatan yang luas lahan mencapai ratusan hektar.

“Nominal dari tanah wakaf itu mempunyai nilai cukup besar karena berada di kawasan perkotaan sehingga harga jual tanah relatif mahal,” ujarnya kepada fajarbanten.com.

Lebih jauh Asep menerangkan, percepatan pembuatan sertifikat tanah wakaf itu sudah dianggap mendesak agar tidak berdampak terhadap gugatan hukum dari ahli waris belakangan nantinya.

Baca Juga  Sekda : Silahkan Mudik, Tapi Selesaikan Pekerjaan

Asep menjelaskan, tata cara perwakafan pertama aparat pemerintahan desa beserta orang yang mewakafkan tanah dihadapkan ke KUA kecamatan setempat. Kemudiam dibuatkan pengesahan kehadiran. Selanjutnya, sambung Asep, pembuatan Akte Ikrar Wakaf (AIW) yang disahkan oleh pejabat pembuat AIW di KUA kecamatan.

Proses ini difasilitasi oleh Kemenag Kabupaten Tangerang untuk didaftarkan ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Tangerang.

“Namun, proses ke BPN agak lama, karena harus dikroscek lagi. Terlebih sertifikasi ini memang tidak mudah karena banyak kepemilikan lahan yang tidak dilengkapi degan dokumen. Bahkan di desa juga kadang ada dokumen yang tidak lengkap,” terang Asep.

Baca Juga  Tabrakan di KP3B

Asep berharap, BPN dapat memprioritaskan proses pengurusan sertifikasi tanah wakaf. Nantinya, bagi pihak yang ingin menggunakan tanah wakaf yang sudah disertifikasi harus dengan izin menteri agama. “Mau diruislagh atau dipakai harus ada izin Menteri,” tutupnya kepada fajarbanten.com(Ki/oki).