Kendala, Kelebihan dan Kekurangan Belajar Sistem Daring Pada Sekolah Tingkat Menengah di Baksel

by |124 views

FAJARBANTEN.COM – Dikarenakan peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), saat ini sekolah-sekolah masih menerapkan pembelajaran dirumah atau sistem Daring. Kendala, Kekurangan dan Kelebihan dari Sistem Daring ini diungkapkan oleh pihak sekolah tingkat menengah yang ada di Lebak Selatan (Baksel).

Meskipun dirasa masih banyak kekurangan dengan sistem Daring, Jusari, Kepala Sekolah SMAN 1 Wanasalam tetap optimis bahwa disamping kekurangan, sistem Daring ada segi positifnya.

“Kita sebagai tenaga pendidik itu bukan harus bisa mencetak siswa yang pintar, namun juga berahlak baik, kelemahan dari Daring, guru tidak bisa menyampaikan pesan moral dari suatu pembelajaran, tidak seperti tatap muka, namun meskipun demikian, Daring juga ada positif nya, misalnya siswa lebih mengenal informasi dan teknologi atau IT,” ujarnya. Senin (02/11/20).

Baca Juga  Warga Protes Rastra Bayar di Kecamatan Malingping

Selain itu, dirinya juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam pembelajaran sistem Daring, adapun untuk kendala sinyal internet, sudah dimusyawarahkan dan ada jalan keluarnya.

“Dalam Sistem Daring, peran orang tua sangat penting, artinya belajar dirumah harus dikontrol dan diawasi oleh wali murid. Kalau kendala Daring seperti sinyal internet, kita sudah musyawarahkan dengan para guru, jalan keluarnya ada pembagian tugas dan guru lah yang jemput bola kerumah siswa, atau biasa disebut Home Visit,” ungkapnya.

Baca Juga  Petani Cipanas Minta Perbaikan Irigasi

Lanjutnya, orang tua dan para guru sebenarnya sudah sangat rindu dan menginginkan pembelajaran tatap muka, namun demi kebaikan bersama, peraturan dan kebijakan harus tetap dijalankan.

“Sebenarnya para orang tua dan guru sudah sangat ingin agar kembali ke tatap muka, namun untuk kebaikan kita bersama, aturan dan kebijakan harus tetap kita jalankan, dan lagi terkait hal tersebut kami tidak punya kewenangan, hanya menjalankan kebijakan dari pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Sukdi, TU SMKN 1 Malingping, menuturkan bahwa Sistem Pembelajaran Daring pada sekolah kejuruan berpengaruh Besar Pada siswa. Pasalnya, pada sekolah kejuruan lebih mengandalkan praktek dari teori.

Baca Juga  Seba Baduy 2019, Pemkab Lebak Gelar Fashion Show

“Praktek itu maksimal 50% dari kapasitas ruangan, dan jelas tidak bisa dilakukan secara daring, daring itu hanya untuk teori nya saja, ya sebenarnya jelas terkendala,” ucapnya.

Namun demikian, Sukdi menerangkan sudah adanya bantuan kartu perdana dan kuota internet untuk siswa belajar Daring.

“Kita sudah bagikan kartu perdana dengan kuota internet yang dapat dipakai oleh siswa dalam aplikasi belajar, kita validasi data nomornya, masukkan dalam Dapodik, agar nanti dapat secara otomatis terisi tiap bulan, mudah-mudahan hal ini dapat membantu orang tua memenuhi kuota internet anaknya,” pungkasnya. (rijal)