Pak Andun Siap Tinggal Dirumah Layak

by |12 views

Fajarbanten.com – Beruntung nasib Andun Suherman (45) warga Cianjur, Jawa Barat, ini. Puluhan tahun hidup di gubuk reyot, Andun kini bisa tinggal layak di rumah permamen yang dibuatkan Polres Cianjur dan donatur lainnya.

Andun sebelumnya menempati gubuk reyot di Kota Baru Cilaku di Kampung Bolenglang RT 01/10, Desa Sukasari, Kecamatan Cilaku. Andun yang bekerja sebagai buruh serabutan ini tak ingat persis sejak kapan tinggal di gubuk.

“Dulu pernah mau dapat jatah pembangunan rutilahu (rumah tidak layak huni, red) dari Pemkab Cianjur, namun terkendala masalah karena Pak Andun tak punya lahan sendiri. Rumah sebelumnya berdiri di atas lahan milik Pak Kilin warga setempat,” cerita Kapolres Cianjur AKBP Asep Guntur Rahayu.

Baca Juga  Bangun Silaturahmi Satgas TMMD Ke-108 Gelar Komsos Dengan Pemuda

Kondisi memprihatinkan Andun, sempat menjadi pemberitaan media massa. Di gubuk reyotnya, Andun tinggal bersama Iyah (33) sang istri dan tujuh orang putrinya masing-masing Diana Safitri (11), Dinda Marisa (9), Risma (8), Ai Lestari (7), Ratna (5), Rina Maisaroh (2) dan Dede Siti Nurazizah (2 bulan).

Gubuknya seluas 6×4 meter, namun hanya bisa menempati ruangan dapur seluas 2×4 meter karena bagian ruangan lain hampir ambruk.

“Begitu mendapat informasi itu saya langsung datang ke lokasi, dan menemui Pak Andun. Sepulangnya dari sana saya langsung berpikir keras bagaimana caranya bisa membuat keluarga itu hidup layak, sampai semalaman saya cari cara agar bisa memberikan bantuan,” kata AKBP Guntur.

Baca Juga  Jalan Karya TMMD Jadi Warisan Terbaik Bagi Generasi Selanjutnya

Keesokan paginya, Guntur berinisiatif menghubungi Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Cianjur dan Manager Perumnas. Ia juga mengajak sejumlah pihak lain untuk memberikan donasi untuk Andun dan keluarga.

“Saya hubungi Pak Budi kepala BPN, saya bujuk Beliau (menanyakan) ada nggak lokasi tanah yang bisa diberikan ke Pak Andun ini. Pak Budi juga langsung menuju lokasi dan mengecek ternyata tanah yang ditempati pak Andun ini memang belum bersertifikat,” sambungnya.

Usaha mereka berhasil. Pemilik tanah bernama Kilin memberikan bagian dari lahannya untuk ditempati Andun.

“Pak Kilin ini punya lahan luas. Kita minta ke dia agar memberikan sedikit tanahnya untuk dibangun dan seluruh tanah di luar itu dijanjikan akan diberi sertifikat. Alhamdulillah Pak Kilin setuju,” ujarnya.

Baca Juga  Sosialisasi 4 Pilar, Bachtiar Aly Ingatkan Pentingnya Kebhinekaan dan Memupuk Rasa Kebangsaan

Setelah tanah didapat, Guntur langsung mengontak kepala Perumnas Cianjur termasuk sejumlah pengusaha.

“Selain kepala Perumnas, saya menghubungi sejumlah pengusaha untuk diajak berdonasi. Syukurnya dalam waktu beberapa bulan kita berhasil kumpulkan dana untuk pembangunan rumah, kalau dari kami sendiri kita rutin tiap apel pagi meminta ke anggota untuk menyisihkan rezekinya,” lanjut Guntur.

“Alhamdulillah, pada 30 Oktober kemarin atau bertepatan dengan rangkaian acara Hari kesatuan Gerak Bhayangkari dengan 35 hari pekerjaan pembangunan rumah Pak Andun selesai kita langsung serahkan ke beliau,” kata Guntur.