Pemkab Lebak Kaji KBM Tatap Muka

by |7 views

Fajarbanten.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat melakukan kajian untuk membuka kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka di sekolah jenjang TK, SD, dan SMP mulai awal 2021.

“Kajian itu tentu harus disinergikan dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 daerah itu,” kata Kepala Disdikbud Kabupaten Lebak Wawan Ruswandi di Rangkasbitung, Jumat (12/12/2020)

Kemungkinan, lanjut Wawan, KBM di sekolah bisa dilaksanakan awal 2021 secara bertahap dengan tetap mengutamakan penerapan protokol kesehatan, antara lain para tenaga pendidik dan kependidikan, serta siswa wajib memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

Baca Juga  Lapas Rangkasbitung Gelar Pemusnahan Arsip

Begitu juga pihak sekolah, tambahnya, harus menyediakan sarana, antara lain wastafel, penyanitasi tangan, dan melakukan penyemprotan disinfektan di setiap kelas. Selain itu, anak-anak yang mengikuti KBM tatap muka sekitar 50 persen dari total jumlah siswa di sekolah setempat.dealnya, kata dia, satu ruangan kelas dihuni 18 orang guna agar tidak menimbulkan kerumunan.

Baca Juga  Kades Lebak Parahiang Diduga Lecehkan Profesi Wartawan

“Kami berharap dalam kajian itu bisa direalisasikan dengan mengutamakan protokol kesehatan untuk mencegah penularan virus corona,” ujarnya.

Dijelaskan Wawan, KBM tatap muka mulai awal 2021 tersebut setelah adanya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi COVID-19. Pemerintah daerah mengkaji lebih dalam lagi agar pelaksanaan KBM tatap muka tidak menimbulkan peningkatan kasus COVID-19.

Baca Juga  Dikunjungi Asissten Deputi Setneg RI, Pemkab Lebak Sampaikan Empat Point Pengaduan

Selain itu, pihaknya tetap membutuhkan dukungan untuk menyelenggarakan KBM tatap muka dari komite sekolah dan orang tua murid.

“Jika dalam kajian itu diperbolehkan proses KBM tatap muka, namun cukup ketat penerapan prokes itu,” pungkasnya.(Ajat)