Polri: Jangan Asal Posting Di Media Sosial

by |56 views
Magnified illustration with the word Social Media on white background.

Fajarbanten.com – Polri mengimbau agar masyarakat berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai menyebarkan kebencian, pencemaran nama baik, atau provokasi yang menimbulkan pidana.

“Bicara kebencian, ini banyak merendahkan martabat kemanusian. Melihat kenyataan saat ini, latar belakang banyak laporan disampaikan ke kami, banyak pengaduan berdasarkan monitor deteksi elektronik penyampaian pendapat baik di lapangan maupun orasi banyak mengeluarkan pendapat, bicara di dunia maya mengeluarkan kata-kata kurang pantas hal tersebut kapolri keluarkan surat edaran,” jelas Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Anton Charliyan di Mabes Polri, Senin (2/11/2015).

Baca Juga  Dishubkominfo Tangerang Selatan Kunjungi Dapur InfoPublik

Menurut Anton, surat edaran tersebut merupakan early warning untuk mengingat masyarakat. Apabila masyarakat atau siapaun juga berbicara mengeluarkan pendapat baik orasi pidato ataupun juga di dunia maya agar hati-hati jangan sembarangan.

“Akan terkena dampak. Jadi dampaknya itu sesuai UU yang dibuat jangan melakukan penghinaan pencemaran nama baik provokasi, perbuatan tidak menyenangkan terutama menyangkut masalah SARA (suku agama ras dan anatar golongan) kepecercayaan, gender, orang cacat, dll. Karena di dalam berbicara berpendapat, kita boleh berpendapat tapi harus menghargai hak orang lain,” urai dia.

Baca Juga  Alasan Foto Profil WhatsApp Orang Lain Tak Terlihat

Anton menguraikan, bangsa Indonesia sebagai bangsa santun tentu harus menjaga norma. Polisi kerap menemukan kasus di mana kata-kata yang diumbar di media sosial berimbas pada pertengkaran.

“Bahkan sampai keluar kata-kata kebun binatang muncul, tentu saja kami kepolisian punya tanggung jawab moral. Kita sudah dijuluki stigma masyarakat Indonesia suka kekerasan sehingga dibilangi amuk oleh masyarakat melayu Indonesia,” urai dia.

Baca Juga  Bocoran Zenfone 4 Pro Model Premium

“Kalau kita lihat pengguna internet ada 130 juta bisa berdampak luas, jika dalam 2 tahun bisa bertambah 2 kali lipat bisa sampai 300 juta, Kalau jadi habit, bangsa indonesia bisa dijuluki bangsa yang suka ujaran kebencian jadi kurang baik,” tutup dia.