Rano Oke Dipasangkan dengan Wawan

by |23 views
FAJARBANTEN.com – Bakal calon gubernur Banten Rano Karno, Senin (5/9) malam memenuhi undangan DPP Partai NasDem. Rano si calon petanaha diundang tim tujuh NasDem untuk membahas soal dukungan Pilkada Banten 2017.
Sekretaris DPW NasDem Provinsi Banten Aries Halawani mengungkapkan, pada pertemuan malam itu, tim tujuh DPP NasDem meminta pernyataan sikap Rano jika dipasangkan dengan Ketua DPW NasDem Banten Wawan Iriawan (WI). Saat itu, lanjut Aries, Rano menyatakan siap dipasangkan dengan Wawan Iriawan sepanjang mendapat restu Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri

“Saat ditawari (bepasangan-red) dengan WI (Wawan Iriawan-red), Rano tidak menolak. Dia bilang oke, saya siap, tapi teegantung Ibu (Megawati Soekarnoputri-red),” ujar Aries kepada Banten Raya, Selasa (6/9).

Menurut Aries, sikap NasDem untuk mendukung Rano dan bergabung dengan koalisi PDIP sudah 99 persen. Sebab, Rano sudah melewati tahapan wawancara dengan tim tujuh yang bertugas menggodok serta menganalisis dukungan Pilkada serentak di daerah, sebelum keluar rekomendasi dari Ketua DPP NasDem Surya Paloh.

“Setelah wawancara itu, tim tujuh melaporkan ke Pak Surya Paloh, untuk dikeluarkan surat keputusan rekomendasi. Jadi posisinya sudah 99 persen, yang 1 persen itu tinggal surat keputusan rekomendasi saja. Saya perkirakan, kurang lebih seminggu sudah ada keputusan dari NasDem,” jelas Aries.

Baca Juga  Anomali Politik Ridwan Kamil

Ditanya apakah NasDem akan tetap mendukung Rano jika pasangan calon wakil gubernur yang dipilih DPP PDIP bukan Wawan Iriawan? Aries mengatakan bahwa NasDem tetap konsisten dengan sikap politik untuk mendukung pemeran “Si Deol Anak Sekolahan” tersebut.

“Kalau pun nanti bukan WI yang menjadi calon wagub, kami tetap konsisten mendukung Rano dan berkoalisi PDIP. NasDem tidak akan berubah haluan. Nasdem tidak akan berubah jika nanti hasilnya bukan kader NasDem yang dipilih jadi calon wakilnya,” tegas Aries.

Aries menjelaskan, NasDem sengaja tidak memanggil bakal calon lain yang daftar penjaringan ke DPW NasDem Banten karena tidak mau mengecewakan mereka. Setidaknya ada nama Wahidin Halim, Andika Hazrumy, Ahmad Taufik Nuriman, Mulyadi Jayabaya dan Eden Gunawan yang mendaftar ke NasDem. “Yang kita panggil itu lah yang akan kita dukung. Kenapa? Karena kami tidak mau mengecewakan mereka,” katanya.

Dijelaskan, NasDem Banten akan mengadakan deklarasi setelah rekomendasi dan surat keputusan penetapan bakal calon dikeluarkan Surya Paloh. “Saya prediksi pada tanggal 15 September ini sudah keluar rekomendasi.

Kami sudah tidak lagi ragu mendukung PDIP dan Rano Karno. Kami tidak mencla mencle. Setalah deklarasi, kami akan menggelar rakerda (rapat kerja daerah-red) dengan agenda memenangkan pasangan yang didukung NasDem,” ujar Aries.

Baca Juga  DPD PAN Tangsel Beri Peluang Kepada Kader Partai Idaman Jelang Tahun Politik 2019

Wakil Sekjen DPP Nasdem Dedi Ramanta saat dikonfirmasi Banten Raya menjelaskan, materi wawancara dengan Rano Karno yang berlangsung selama kurang lebih dua jam, berisi seputar perseptif politik dan hasil survey elektabilitas dan poluparitas Rano Karno.

Dedi menjelaskan, tim tujuh yang mewancarai Rano Karno di antaranya Jeannette Sujunadi (Ketua OKK DPP Partai NasDem), Reri Lestari Murdiyat (Pengurus DPP Nasdem Korwil Jateng), Reri Lestari Murdiyat, Taufik Basari (Badan Advokasi Hukum NasDem), dan Martin Manurung (Ketua Bidan Olahraga, Pemuda dan Mahasiswa). Dedi membenarkan dalam pertemuan itu Rano Karno tak menolak jika dipasangkan dengan WI.

“Dalam banyak pertemuan dan perjumpaan, kita sudah sampaikan baik langsung maupun melaui media massa bahwa kita usung Pak Wawan. Tapi (meski siap-red) keputusan finalnya ada di Pak Rano,” tegasnya.

Diketahui, mulai kemarin Rano Karno sudah mengikuti sekolah partai yang diselenggarakan DPP PDIP di Wisma Kinasih, Tapos, Depok, Jawa Barat (Jabar). Kegiatan ini resmi dibuka Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Baca Juga  Bawaslu : Hanya Satu Yang ke KASN, Sisanya ke Pembina Pemda

Kepala Sekolah PDIP Komarudin Watubun meminta, seluruh siswa mematuhi tata tertib aturan sekolah termasuk bagi calon incumbent, tanpa keistimewaan. Mereka diminta untuk dapat menjalankan pemerintahan daerah yang bersih tanpa korupsi.”Saya harap teman-teman jadi wakil kepala daerah untuk direnungkan. Harus terpatri dalam hati dan sanubari. Seluruh perjuangan Bung Karno ada di sini,” katanya.

Menurut Komarudin, calon kepala daerah dan wakil kepala daerah menjalani bekal strategi branding, survei pemetaan, arah perjuangan partai, strategi komunikasi publik, hingga pemerintahan bersih. Kegiatan ini resmi dibuka Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Ketua DPP PDIP Bidang Pemenangan Pemilu Bambang DH menjelaskan, sekolah partai bertujuan mempersiapkan calon kepala daerah dengan para guru yang terdiri dari para ahli kompeten. Sejumlah siswa di sekolah partai umumnya sudah mendeklarasikan diri sebagai calon kepala daerah dan calon wakil kepala daerah.

“Setelah rekomendasi sudah diberikan, maka deklarasi. Ada 50-an lebih siswa yang ikut. Ini baru sebagian. Dari 101 pilkada, kami ada 20 persen incumbent sudah punya modal,” kata Bambang.

Terkait mengapa PDIP belum memutuskan calon wakil gubernur untuk mendampingi Rano Karno, Bambang enggan menjawab. @DF