Tak Punya Kartu Vaksin, Sopir Angkot di Larang Operasi

by |1 views

FAJARBANTEN.COM – Guna meminimalisir penularan Covid-19, Satgas Covid-19 Kabupaten Lebak berseta unsur Forkopimda sudah sepakat melarang para sopir angkot, ojek dan pedagang yang belum di vaksin Covid-19 untuk melakukan operasional.

Unsur Forkopimda Kabupaten Lebak secara tegas akan mewajibkan para sopir angkot, ojek, pedagang untuk vaksinasi Covid-19 jika tidak mau terjaring pelarangan operasional.

Kesepakatan melarang para sopir, ojek dan pedagang melakukan operasional jika belum di vaksin karena mereka berpotensi tertular dan menularkan sangat tinggi.

“Sopir, pedagang ojek itu wajib vaksinasi. Mereka berinteraksi terus dengan banyak orang,” kata Sekda Lebak Budi Santoso kepada Wartawan, usai memantau pelaksanaan vaksinasi gratis di Pendopo Kabupaten Lebak.

Kata Sekda, tukang ojek, sopir angkot dan para pedagang berpotensi tertular tinggi dan menularkan kepada orang lain.

“Makanya terus kita kejar ini (vaksinasi). Tadi sudah komitmen dengan Forkopimda agar sopir angkot, ojek, pedagang, bagaimana caranya kalau gak ada kartu vaksin Covid-19 mereka tidak boleh beroperasional,” katanya.

Baca Juga  Bagikan 200 Kg Telur, PWI Lebak Himbau Warga Patuhi Perbup No 28 Tahun 2020

Dijelaskan Sekda, semenjak di tetapkan PPKM Darurat, tanggal 3-20 Juli, pedagang, ojek, sopir angkutan, yang terdampak diberikan bantuan paket beras.

“Pemerintah tidak hanya melarang dan membatasi mereka tetapi ada solusi kita bantu kasih sembako, meringankan beban mereka. Termasuk dari TNI dan Polri, barusan juga melepas bantuan sembako untuk warga di pelosok desa,” terangnya.

Hasil evaluasi PPKM Darurat, lanjut Sekda, jika di lihat dari mobilitas dan aktivitas di google traffic, facebook mobility dan indeks cahaya malam, yang ke luar berkurang sudah berkurang 20 persen. Sedangkan pergerakan mobilitas di dalam ini perlu di evaluasi.

“Perlu kita perketat lagi, kalau aktivitas ke luar itu kita masih kurang masih tinggi mobilitas di dalam. Masih banyak, misal di Rangkasbitung, kita dibatasi sampai jam 20.00 WIB, kalau tidak penting jangan ke luar rumah,” katanya.

Baca Juga  Pemkab Lebak Akan Terbitkan Perbup Tatanan Normal Baru 

Momen PPKM ini, di kejar untuk target vaksinasi. Kalau vaksinasi sudah dilakukan sesuai target 70 persen penduduk Kabupaten Lebak, maka heerd immunity sudah terbentuk.

“Itu artinya kekebalan komunal di masyarakat sudah ada, kalau mau kumpul-kumpul bebas lagi. Kenapa di eropa sudah bisa bareng nonton bola, karena mereka 80 persen sudah vaksin,” katanya.

Jadi yang terdampak Covid-19, bukan berarti yang di vaksin tidak kena Covid. Tapi, pengaruhnya hanya 10 persen.

“Kalau kita pengen cepet-cepet dukungan biaya sudah kita siapkan, di Dinas Kesehatan, untuk tenaga vaksinator, operasional lapangan, insentif tenaga kesehatannya vaksinasi insentif vaksinator sudah disiapin. Cuman kita kemarin terhambat stok vaksin distribusinya dari pusat lambat karena mungkin fokus episektrum dulu untuk DKI dan Jabar,” katanya.

Baca Juga  8.900 Peserta Ikut Tes SKD CPNS Di Lebak

Kemarin Kabupaten Lebak di kasih 20.000 ribu dosis.
“Makanya kita kejar vaksinasi gratis ini. Mudah-mudahan dalam waktu 10 hari ke depan bisa kita kejar ini,” katanya.

Dari hasil pemantauan vaksinasi gratis pada hari ini peserta antusias. Di SMA Negeri 3 Rangkasbitung target sebanyak 600 orang, di Terminal Sunan Kalijaga sudah 150 orang dan di Pendopo sudah 400 orang.

“Kegiatan vaksinasi alhamdulilah berjalan lancar,” katanya.

Sementara itu, Sri Wahyuni mengapreasiasi pelaksanaan vaksinasi gratis.
“Saya sangat apresiasi karena memang untuk menambah imun kita juga. Di tambah lagi kan menjadi syarat juga kalau mau kemana-mana,” katanya.(R.A.Sudrajat)