Tangsel Kembali Masuk Zona Kuning COVID-19

by |2 views

Tangsel – Dinas Kesehatan Provinsi Banten kembali menetapkan Kota Tangerang Selatan menjadi wilayah berzona kuning, dengan tingkat resiko penyebaran COVID-19 yang rendah.

Peta situasi dan data sebaran kasus terbaru tersebut, dirilis melalui akun instagram resmi @dinkes_provbanten, pertanggal 31 Mei 2021 kemarin.

Dalam data terbarunya itu, dijelaskan bahwa Tangsel memiliki tren penurunan kasus, dengan kasus Kontak Erat (KE) sebanyak 15.779 kasus, Kasus Suspect (KS) 5.181 kasus, dan Kasus Probable (KP) sebanyak 10 kasus.

Baca Juga  Dishub Kota Tangerang Perketat Protokol Kesehatan Transportasi

Dengan rincian Kasus Konfirmasi (KK), yakni pasien dirawat sebanyak 163 orang, pasien sembuh sebanyak 10.744 orang, dan kasus meninggal sebanyak 396 orang.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan rasa syukurnya.

“Alhamdulillah ya indikator-indikatornya terus membaik. Keterisian BOR (Bed Occupancy Rate)-nya sudah jauh 30 persen, kemudian angka kesembuhannya meningkat, angka kematian juga semakin turun. Dan yang tidak kalah pentingnya angka positif rate-nya juga turun sekarang,” ungkap Benyamin, Selasa, 1 Juni 2021.

Baca Juga  Satgas TMMD Kodim Subang Bersama Masyarakat Bangun Poskamling

Menurutnya, kondisi yang kian membaik ini tak lepas dari perjuangan dan kedisiplinan seluruh lapisan masyarakat.

“Kemudian juga pemeriksaan swab antigen terus kita gencarkan melalui berbagai jalur. Polres memberikan target besar, kemudian swasta juga mencanangkan target swab antigen juga, dan program vaksinasi juga terus kita jalankan,” paparnya.

Selain itu, Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro turut menyumbang keberhasilan Pemkot dalam upaya memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di kota termuda se-Tangsel ini.

Baca Juga  Setelah Amputasi, M. Fadli Malah Harus Jalani Latihan Dua Kali Lebih Berat

Saat ini, Kota Tangsel menjadi wilayah satu-satunya se-Tangerang Raya yang memiliki zona kuning dengan resiko penyebaran virus yang tergolong rendah.

“PPKM Mikro masih berlangsung. Itu sangat efektif salah satu mendongkrak zona kuning karena kita PPKM Mikro konsisten kita laksanakan. Selain itu, tempat-tempat wisata juha masih belum kita buka ya. Wisata air, taman-taman kita juga belum buka. Ini juga menyumbang masuk zona kuning,” pungkasnya.(Zher).